Laman

Sabtu, 10 April 2010

TINJAUAN UMUM PENELITIAN

MOTIVASI DAN TUJUAN PENELITIAN
Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya sama , yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu . Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian. Tujuan penelitian, dengan demikian adalah untuk memperoleh pengetahuan yang dapat menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah. Buckley et al. penelitian didefinisikan sebagai suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan. Tujuan penelitian yang lain dijelaskan oleh Sekaran, penelitian merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.
KARAKTERISTIK PENELITIAN
Tujuan penelitian merupakan salah satu dari tiga karakteristik penelitian yang dikemukakan oleh Mudrick. Dua karakteristik yang lain adalah metode_metode penelitian dan hubungan antara penelitian dengan ilmu.
• Tujuan penelitian : untuk mengembangkan pengetahuan dan untuk memecahkan masalah.
• Metode-metode penelitian: berisi pengetahuan yang mengkaji ketentuan mengenai metode-metode yang digunakan dalam penelitian.
• Penelitian dan ilmu : Penelitian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan. Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang memiliki criteria tertentu.Fokus pembahasan metode ilmiah disini diarahkan untuk memahami hakekat penelitian sebagai operasionalisasi dari prosedur-prosedur tertentu untuk memperoleh pengetahuan ilmiah.
KARAKTERISTIK ILMU
Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang memberikan penjelasan mengenai fakta atau fenomena alam. Pengetahuan yang menjelaskan fenomena alam bermanfaat untuk memprediksi fenomena – fenomena alam. Pengetahuan yang terkandung dalam ilmu dinilai sebagai pengetahuan yang benar untuk menjawab masalah – masalah dalam kehidupan manusia. Ilmu sebagai sumber kebenaran adalah pengetahuan yang memiliki criteria tertentu. Suatu pengetahuan dapat dikategorikan sebagai ilmu, jika memenuhi setidaknya dua criteria yaitu sebagai pengetahuan yang rasional dan teruji. Pengetahuan yang rasional : pengetahuan yang disusun dengan menggunakan pikiran dan timbangan yang logis atau masuk akal. Sering disebut juga sebagai pengetahuan yang menggunakan penalaran. Pengetahuan yang teruji : pengetahuan yang disusun berdasarkan fakta atau fenomena. Fakta dapat berupa kejadian – kejadian atau segala sesuatu yang dialami dalam kehidupan nyata atau tertangkap oleh pengalaman hidup manusia. Dengan demikian ilmu merupakan pengetahuan yang disusun berdasarkan penalaran rasional yang didukung oleh fakta empiris.
RASIONALISME DAN EMPIRISME
Rasionalisme : pendekatan dalam memperoleh pengetahuan yang benar dengan menggunakan penalaran. Empirisme : menggunakan fakta atau fenomena empiris sebagai sumber kebenaran untuk menyusun pengetahuan. Cooper dan Emory menjelaskan metode ilmiah secara grafis sebagai salah satu pola berpikir yang terletak diantara pola berpikir yng berorientasi pada rasionalisme (digambarkan pada sumbu vertical) dengan pola berpikir yang berorientasi pada empirisme (digambarkan dengan sumbu horizontal ). Kombinasi antara pendekatan rasionalisme dengan pendekatan empirisme menegaskan dua criteria utama suatu pengetahuan ilmiah,yaitu :
1. Adanya konsistensi pengetahuan berikutnya dengan pengetahuan-pengetahuan sebelumnya sehingga secara komulatif mengembangkan pengetahuan yang telah ada.
2. Adanya kesesuaian antara pengetahuan yang dikembangkan dengan fakta atau fenomena empiris.
PENGEMBANGAN ILMU DAN PENELITIAN
Ada dua aspek utama yang tercakup dalam proses pengembangan ilmu, yaitu : penyusunan konstruksi teori dan pengujian, verifikasi atau evaluasi terhadap konstruksi teori. Keduanya saling berjalinan dan berkelanjutan dalam proses pengembangan ilmu, karena konstruksi teori disusun secara bertahap melalui proses pengujian atau verifikasi. Pengembangan ilmu dapat pula berupa penelitian untuk menyusun konstruksi teori berdasarkan pada fenomena-fenomena yang diteliti. Hasil penelitian kemungkinan berupa kesimpulan apakah suatu teori didukung oleh fakta, atau diperlukan rekonstruksi teori agar relevan dengan fakta yang dijelaskannya. Penelitian, dengan demikian merupakan operasionalisasi dari proses pengembangan ilmu. Hasil suatu penelitian diharapkan dapat memperbaiki temuan-temuan penelitian sebelumnya.
PROSES PENELITIAN
Penelitian sebagai proses untuk mengembangkan pengetahuan dan menjawab suatu masalah memerlukan terpenuhinya persyaratan – persyaratan , antara lain adalah sebagai berikut :
1. Merupakan penyelidikan sistematis terhadap masalah tertentu.
2. Menggunakan metode ilmiah.
3. Mengumpulkan bukti yang cukup dan representative sebagai dasar untuk menarik kesimpulan.
4. Menggunakan penalaran logis dan tidak memihak (bias) dalam menarik kesimpulan.
MASALAH PENELITIAN
Penelitian dapat dilihat sebagai proses yang mencakup penemuan masalah (problem finding) dan pemecahan masalah (problem solving). Penemuan masalah merupakan tahap penelitian yang paling sulit dan krusial karena tujuan penelitian adalah menjawab masalah penelitian sehingga suatu penelitian tidak dapat dilakukan dengan baik jika masalahnya tidak dirumuskan secara jelas. Pendekatan yang digunakan peneliti untuk menjawab masalah penelitian disebut dengan strategi penelitian.
TELAAH TEORETIS
Merupakan tahap dalam proses penelitian yang bertujuan untuk menyusun kerangka teoretis yang menjadi dasar untuk menjawab masalah atau pertanyaan penelitian. Telaah teoretis merupakan bagian dari proses penelitian yang memberikan jawaban masalah penelitian secara rasional berdasarkan penalaran. Telaah teoretis ,oleh karena itu , sering disebut telaah literature . Jawaban masalah atau pertanyaan penelitian dari proses telaah teoretis merupakan dugaan-dugaan yang dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang disebut hipotesis yang perlu diuji. Pengujian hipotesis yang dilakukan melalui proses pengujian fakta ini merupakan proses pengembangan ilmu atau deductive.
PENGUJIAN FAKTA
Merupakan tahap dalam proses penelitian yang secara garis besar terdiri atas proses,pemilihan,pengumpulan,dan analisis fakta yang terkait dengan masalah yang diteliti. Prosedur yang digunakan oleh peneliti dalam pemilihan,pengumpulan,dan analisis data secara keseluruhan disebut dengan desain penelitian. Pemilihan data merupakan bagian dari proses pengujian data yang berkaitan dengan penentuan jumlah dan jenis data yang diteliti. Peneliti dapat menggunakan seluruh data yang ada (populasi) atau menggunakan sebagian data (sampel). Pengumpulan data merupakan bagian dari proses pengujian data yang berkaitan dengan sumber dan cara untuk memperoleh data penelitian. Analisis data merupakan bagian dari proses pengujian data yang hasilnya digunakan sebagai bukti yang memadai untuk menarik kesimpulan penelitian. Pengembangan hipotesis melalui pengujian fakta merupakan proses pengembangan ilmu atau teori yang menggunakan pendekatan induktif.
KESIMPULAN
Kesimpulan merupakan hasil penelitian yang member balikan (feed back) pada masalah atau pertanyaan penelitian. Kesimpulan penelitian yang lebih menekankan pada pengembangan ilmu kemungkinan dapat berupa : dukungan atau penolakan terhadap hipotesis penelitian yang telah dikembangkan dari telaah teoretis, atau pengungkapan fakta yang digunakan sebagai dasar untuk penyusunan hipotesis atau teori.
PARADIGMA PENELITIAN
1) PARADIGMA KUANTITATIF
• Disebut juga dengan paradigma tradisional,positivis, eksperimental,atau empiris.
• Menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variable-variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistic.
2) PARADIGMA KUALITATIF
• Disebut juga dengan pendekatan konstruktifis,naturalistis atau interpretative atau prespektif postmodern.
• Menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan social berdasarkan kondisi realitas atau natural setting yang holistis,kompleks, dan rinci.
Perbedaan Asumsi
PARADIGMA KUANTITATIF PARADIGMA KUALITATIF
Realitas bersifat obyektif dan berdimensi tunggal Realitas bersifat subyektif dan berdimensi banyak
Peneliti independen terhadap fakta yang diteliti Peneliti berinteraksi dengan fakta yang diteliti
Bebas nilai dan tidak bias Tidak bebas nilai dan bias
Pengujian teori dengan analisis kuantitatif Penyusunan teori dengan analisis kualitatif
Pendekatan deduktif Pendekatan induktif

KRITERIA PENELITIAN ILMIAH
• Menyatakan tujuan secara jelas
• Menggunakan landasat teoretis dan metode pengujian data yang relevan
• Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji dari telaah teoretis atau berdasarkan pengungkapan fakta
• Mempunyai kemampuan untuk diuji ulang (replikasi)
• Memilih data dengan presisi dan sehingga hasilnya dapat dipercaya
• Menarik kesimpulan secara obyektif
• Melaporkan hasilnya secara parsimory
• Temuan penelitian dapat digeneralisasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar