Laman

Sabtu, 10 April 2010

MASALAH PENELITIAN

PENTINGNYA MASALAH
Penemuan masalah merupakan tahap penelitian yang paling sulit dan krusial karena masalah penelitian mempengaruhi strategi yang diterapkan dalam pemecahan penelitian.Seperti yang dikemukakan oleh Einsten dan Infeld, formulasi masalah penelitian sering merupakan tahap penelitian yang jauh lebih esensial dibandingkan dengan tahap pemecahan masalah.
TIPE MASALAH PENELITIAN
• Masalah-masalah yang ada saat ini di suatu lingkungan organisasi memerlukan solusi.
• Area-area tertentu dalam suatu organisasi yang memerlukan pembenahan atau perbaikan
• Persoalan-persoalan teoretis yang memerlukan penelitian untuk menjelaskan fenomena.
• Pertanyaan penelitian yang memerlukan jawaban empiris.
KRITERIA MASALAH
• Bidang masalah dan topic yang menarik
• Mempunyai signifikasi secara teoretis atau praktis
• Dapat diuji melalui pengumpulan dan analisis data
• Sesuai dengan waktu dan biaya yang tersedia
SUMBER PENEMUAN MASALAH
Sumber masalah peneltian berasal dari :
1) Literatur yang dipublikasikan,antara lain: buku teks,jurnal,atau text database.
2) Literatur yang tidak dipublikasikan,antara lain : skripsi,tesis,disertasi,paper atau makalah-makalah seminar.
Berdasarkan cakupan informasinya text database dapat dikelompokkan menjadi tiga bentuk:
1) Billiographic database : memuat daftar referensi antara lain:
a. Accounting Research Directory: berisi daftar artikel hasil penelitian akuntansi selama periode tertentu yang dimuat dalam sejumlah jurnal akuntansi.
b. Business Periodical Index : memuat daftar bibliografi artikel bisnis dan manajemen yang dipublikasikan dalam sejumlah jurnal bisnis dan ekonomi.
c. Predicast F & S indeks : berisi informasi yang lebih spesifik mengenai akuisisi, merger, produk, dan teknologi baru.
2) Abstract database : menyajikan abstrrak atau ringkasan artikel.
3) Full-text database : memuat kumpulan materi artikel secara lengkap .
METODE PENEMUAN MASALAH
a. Pendekatan Formal
a. Metode Analog
Menggunakan pengetahuan yang diperoleh dari hasil penelitian pada bidang tertentu untuk menentukan masalah penelitian pada bidang lain yang terkait.
b. Meode Renovasi
Masalah penelitian dapat ditentukan dengan cara memperbaiki komponen atau mengganti teori atau metode yang kurang relevan dengan komponen teori atau metode lain yang lebih efektif.
c. Metode Dialektis
Menentukan masalah penelitian dengan mengajukan usulan pengembangan terhadap teori atau metode yang telah ada.
d. Metode Morfologi
Merupakan metode formal yang digunakan untuk menemukan masalah penelitian dengan menganalisis berbagai kemungkinan kombinasi bidang masalah penelitian yang saling berhubungan dalam bentuk matrik.
e. Metode Dekomposisi
Masalah penelitian ditemukan dengan cara membagi masalah ke dalam elemen-elemen yang lebih spesifik.
f. Meode Agregasi
Menggunakan hasil penelitian atau teori dari berbagai bidang penelitian yang berbeda untuk menentukan suatu masalah penelitian yang lebih kompleks.
PENDEKATAN INFORMAL
a. Metode Perkiraan
Menemukan masalah penelitian bisnis berdasarkan intuisi pembuat keputusan mengenai situasi tertentu yang diperkirakan mempunyai potensi masalah.
b. Metode Fenomenologi
Menemukan masalah berdasarkan hasil observasi terhadap fakta atau kejadian.
c. Metode Konsensus
Ide masalah penelitian dapat ditemukan berdasarkan adanya consensus atau konvensi dalam praktik bisnis.
d. Metode Pengalaman
Masalah penelitian seperti yang telah disebut di muka , diantaranya dapat ditemukan berdasarkan pengalaman perusahaan perusahaan atau orang-orang dalam perusahaan.
PERUMUSAN MASALAH
KESALAHAN UMUM DALAM PENEMUAN MASALAH
a. Peneliti mengumpulkan data tanpa rencana atau tujuan yang jelas.
b. Peneliti memperoleh sejumlah data dan berusaha untuk merumuskan masalah penelitian sesuai dengan data yang tersedia.
c. Peneliti merumuskan masalah penelitian dalam bentuk terlalu umum dan ambiguitas sehingga menyulitkan interpretasi hasil dan pembuatan kesimpulan penelitian.
d. Peneliti menemukan masalah tanpa terlebih dahulu menelaah hasil-hasil penelitian sebelumnya dengan topic sejenis , sehingga masalah penelitian tidak didukung oleh kerangka teoretis yang baik.
e. Peneliti memilih masalah penelitian yang hasilnya kurang memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori atau pemecahan masalah praktis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar